TAHUN PELAJARAN 2009/2010
KONFIGURASI JARINGAN PEER TO PEER DAN SHARE FILE MENGGUNAKAN JARINGAN PEER TO PEER
DI LPP AL-AZHAR
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kompetensi
Dan Ujian Nasional (UN)
OLEH :
RHOMA DONI
NIS : 3451
PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DAN JRINGAN
JURUSAN TEKNIK INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SMK MULTI MEKANIK MASMUR
JL. KH. AHMAD DAHLAN NO. 96
PEKANBARU
2010
LEMBAR PENGESAHAN
JUDUL : Konfigurasi Jaringa Peer to Peer dan Share File Menggunakan Jaringa Peer to Peer di LPP Al-Azhar
NAMA : Rhoma Doni
NIS : 3451
JURUSAN : Teknik Informasi dan Komunikasi
PRODI : Teknik Komputer dan Jaringan
SEKOLAH : SMK Multi Mekanik Masmur
DISAHKAN DAN DISETUJUI OLEH
Kepala AL-AZHAR Guru Pembimbing
Zulfikri, S. Pi
R. Resni Elfira,Amd
MENGETAHUI
Kepala Sekolah Kepala Jurusan
Multi Mekanik Masmur Teknisi Informatika
Mhd. Firdaus. SE.MM
Drs.
Ade Firmansyah,St
LEMBAR PENGUJIAN
JUDUL : Konfigurasi Jaringan Peer to peerdan Share File Menggunakan Jaringan Peer to peerdi LPP Al-Azhar
NAMA : Rhoma Doni
NIS : 3451
JURUSAN : Teknik Informasi dan Komunikasi
PRODI : Teknik Komputer dan Jaringan
SEKOLAH : SMK Multi Mekanik Masmur
TIM PENGUJI
Penguji I Penguji II
................................ ..................................
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum,Wr.Wb
Puji syukur penulis mengucapkan kehadirat Allah SWT yang telah menganugrahkan rahmat dan hidayat-Nya kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Dan karna hidayat-Nya juga penulis dapat menyelesaikan PSG. Sebagai bukti telah menyelesaikan PSG, maka penulis menyusun laporan menurut apa yang telah dikerjakan di LPP AL-AZHAR.
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini masih jauh dari sempurna dan masih memiliki banyak kekurangan yang karena keterbatasan untuk menyelesaikan dengan baik. Oleh karena itu penulis akan menerima saran dan keritikan dengan senang hati.
Dalam menyusun laporan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada berbagai pihak yang telah membantu penulisan dalam pelaksanaan praktek kerja industri (prakerin) sampai membuat laporan ini, sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bimbingan yang telah diberikan.
Pekanbaru 17 Juni 2010
Rhoma Doni
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN............................................................... i
LEMBAR PENGUJIAN................................................................... ii
KATA PENGANTAR ...................................................................... iii
DAFTAR ISI................................................................................... iv-v
DAFTAR GAMBAR ........................................................................ vi
DAFTAR TABEL............................................................................ vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Laporan........................................................... 1
1.2. Tujuan Pembuatan Laporan .................................................... 2
1.3. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ............................................. 2
1.4. Identitas Perusahaan ............................................................... 2
1.4.1. Sejarah Perusahaan ...................................................... 2
1.4.2 Struktur Perusahaan ..................................................... 5
1.4.3 Disiplin dan Keselamatan Kerja .................................... 5
1.5 Jenis Kegiatan ............................................................................. 6
1.6 Pokok Kegiatan ............................................................................ 6
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pembahasan secara teori........................................................ 8
2.1.1. Pengertian peer to peeer................................................ 8
2.1.2. Pengertian IP address.................................................... 9
A. Pembagian kelas IP address......................................... 10
B. Pemilihan Kelas Network ID dan host ID..................... 13
2.1.3. Gambar........................................................................... 13
2.2 Pembahasan Secara Praktek....................................................... 14
2.2.1 Alat dan Bahan.................................................................. 14
A. Alat .................................................................................. 14
B. Bahan............................................................................... 14
2.2.2 Gambar Kerja.................................................................... 15
A. Membangun jaringan peer to peer................................... 15
B. Share file dengan jaringan peer to peer........................... 21
C. Pemeriksaan...................................................................... 23
D. Pendiagnosaan.................................................................... 23
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan.................................................................................... 25
3.1.1 Keunggulan............................................................................ 26
3.1.2 Kelemahan ............................................................................ 26
3.2. Saran.............................................................................................. 27
DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 28
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Gambar Jaringan Peer to peer........................................... 13
Gambar 2.2 Crimping tool ..................................................................... 14
Gambar 2.3 LAN Tester.......................................................................... 14
Gambar 2.4 Kabel UTP .......................................................................... 15
Gambar 2.5 Konektor RJ-45 ................................................................. 15
Gambar 2.6 Komputer .......................................................................... 15
Gambar 2.7 Urutan kabel Cross-over .................................................. 16
Gambar 2.8 Mengupas kabel UTP ........................................................ 17
Gambar 2.9 Kabel UTP ......................................................................... 17
Gambar 2.10 Susunan kabel ................................................................ 18
Gambar 2.11 Pemotongan kabel UTP .................................................. 18
Gambar 2.12 Pemasangan kabel konektor RJ-45 ............................... 19
Gambar 2.13 Menu start ...................................................................... 19
Gambar 2.14 Local area connection ................................................... 20
Gambar 2.15 Local area connaction properties ................................. 20
Gambar 2.16 Memilih file...................................................................... 21
Gambar 2.17 Sharing folder.................................................................. 22
Gambar 2.18 Folder percobaan............................................................. 22
Gambar 2.19 Hasil share file dari komputer 1...................................... 23
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Hubungan IP address........................................................... 9
Tabel 2.1 IP addres kelas A................................................................. 11
Tabel 2.3 IP addres kelas B................................................................. 11
Tabel 2.4 IP addres kelas C................................................................. 12
Tabel 2.5 Susunan Kabel Cross-Over.................................................. 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Laporan
Pada era teknologi komputer sekarang dalam bidang komputer sangat berpengaruh untuk kemajuan informasi dan teknologi di Indonesia, begitu juga dengan pendidikan yang diharapkan dan menunjang pembangunan, dalam hal ini pada peserta praktek kerja industri khususnya para SMK di seluruh Indonesia di wajibkan untuk mengikuti Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang diharapkan nantinya mampu untuk merealisasikan ilmu yang diperoleh baik di bangku sekolah maupun selama siswa mengikuti praktek di industri atau lapangan di tengah-tengah masyarakat.
Adapun siswa yang praktek kerja industri dibilang teknisi komputer dapat mengembangkan ilmu yang diperoleh di sekolah sehingga keadaan yang semakin berkembang ini menurut kita untuk lebih dapat meningkatkan kinerja dan ilmu pengetahuan baik di bidang ilmu, industri, perdagangan, terlebih dibidang pendidikan guna mengimbangi dan mengejar segala ketertinggalan dan kekurangan yang selama ini menyelumuti bangsa kita. Untuk itu sekolah-sekolah baik dari segi formal semakin giat berusaha agar semua praktek pendidikan dalam lapangan kerja nantinya. Sehingga baik teori maupun praktek berjalan sesuai dengan yang di inginkan.
1.2. Tujuan Pembuatan Laporan
Adapun tujuan pembuatan laporan ini sangat banyak sekali, antara lain:
1. Merupakan semangat cara berfikir siswa untuk mengikuti ujian kompetensi serta kesimpulan akhir dari kerja praktek industri.
2. Menumbuhkan semangat cara berfikir siswa yang kreatif supaya dapat dijadikan dasar pengetahuan dan pengalaman dan pengalaman bagi penulis.
3. Siswa dapat belajar menghayati pengalaman secara sistematis sehingga dapat kesempatan lain siswa dapat menggunakan sebagai pedoman untuk masa yang akan datang.
4. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Untuk mengetahui sejauh mana penulis dapat membuat konfigurasi jaringan Peer to peer yang telah di pelajari selama ini di LPP AL-AZHAR dengan masalah yang telah di dapat.
1.3. Tempat Dan Waktu Pelaksanaan
Adapun dalam praktek kerja industri, siswa ditempatkan di bidang perawatan dan perbaikan pada labor komputer dan labor teknisi LPP AL-AZHAR. Pelaksanaan praktek kerja industri dari tanggal 13 Januari 2010 s/d 25 Mei 2010.
1.4. Identitas Perusahaan
1.4.1 Sejarah Perusahaan
Lembaga pendidikan dan pelatihan AL-AZHAR didirikan pada tahun 1999, dalam jangka waktu singkat, yang menjadi tuntutan masyarakat dalam mengisi dunia kerja. Adapun latar belakang berdirinya lembaga pendidikan dan pelatihan AL-AZHAR adalah sebagai berikut:
· Dunia teknologi berkembang dengan pesat baik dari segi instruktur maupun aplikasi dalam berbagai bidang pekerjaan.
· Kehadiran lembaga pendidikan yang berkualitas serta maupun mewakili kebutuhan dunia kerja sangat diharapkan oleh masyarakat luas.
· Dengan pengalaman mendidik lebih dari 3500 siswa baik dari kalangan praktisi maupun masyarakat umum, LPP AL-AZHAR bermaksud hadir ketengah masyarakat dengan menawarkan paket khusus yang lengkap, aplikatif dan up-to-date sesuai dengan kebutuhan yang berkembang dan prospektif di masyarakat.
Sebagai sebuah yayasan yang menyediakan program pelatihan dibidang komputer, operator office, internet, programmer, graphic design, teknisi serta bahasa asing ( Language Training Centre ) bahasa inggris, bahasa arab dan bahasa mandarin. Sampai saat ini LPP AL-AZHAR telah memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam hal bekerja sama untuk training Sumber Daya Manusia (SDM) dengan perusahaan-perusahaan terkemuka seperti PT. RAPP, PTPN V, PT. Sumaraja Indah, Bumi Siak Pusako (BPS) dan masih banyak lagi.
Melihat kebutuhan industri yang selalu simultan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi internasional, maka sejak tahun 2000 kami juga membuka program untuk pendidikan profesi 1 tahun yang dinamakan dengan program AL-AZHAR studi terapan interaktif 1 Tahun (PASTI-1) dengan jurusan akutansi komputer, Sekertaris komputer, perbaikan komputer, Teknik Informatika dan Design Grafis. Sampai saat ini LPP AL-AZHAR telah melatih sejumlah 800 siswa untuk program 1 Tahun sampai angkatan X.
Seiring dengan perkembangan, LPP AL-AZHAR juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam hal pelatihan SDM dan penyelenggaraan tes kompetensi untuk siswa SD, SLTP, SLTA dan umum, seperti International Computer Test Competition dan International English Test Competition dengan University Of South Wales Australia, Educational Testing centre Australia Dan Nurul Fikri Training & Testing Centre Jakarta.
Visi AL-AZHAR : Menjadi standar pendidikan komputer dan bahasa asing yang berkualitas.
Misi AL-AZHAR : Menyelenggarakan pendidikan komputer dan bahasa asing untuk dapat mencerdaskan masyarakat.
Motto AL_AZHAR : Unggul dalam teknologi, Profesional dalam profesi.
Materi pendidikan dan pelatihan diberikan dengan berbagai macam metode pengajaran yang telah diuji efektifitasnya, antara lain: ceramah, diskusi, studi kasus dan latihan untuk mempermudah proses belajar mengajar maka jumlah peserta tiap lokal di batasi 20 siswa, sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah (two way traffic). Selain itu fasilitas belajar juga nyaman dan ruangan full AC serta labor komputer dengan jaringan LAN dan Internet. Staf pengajar terdiri dari tenaga-tenaga yang professional lulusan dalam dan luar negeri, berdedikasi tinggi serta di dukung dengan pengalaman bidangnya.
Program ini merupakan suatu terobosan yang di rancang sedemikian rupa oleh Tim Litbang Lembaga Pendidikan dan Pelatihan AL-AZHAR dalam rangka mewujudkan misinya untuk mencetak tenaga professional muda yang mampu memenangkan persaingan kerja.
1.4.2 Sturuktur Perusahaan
Struktur 1.1 Struktur perusahaan LPP Al-Azhar
1.4.3 Disiplin dan Keselamatan Kerja
Terlaksananya dengan baik dan merupakan tanggung jawab. Adapun disiplin kerja sebagai berikut:
1. Memenuhi peraturan yang berlaku dalam lingkungan AL-AZHAR.
2. Berada di tempat praktek industri 10 menit sebelum masuk kerja.
3. Berpakaian praktek saat kerja.
4. Menggunakan alat-alat kerja dengan baik dan benar,
5. Beristirahat pada waktu istirahat.
6. Menyusun alat-alat pada tempat sebelum pulang.
7. Menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
8. Jam masuk pukul 08:00 WIB jam pulang pukul 16.00 WIB,
9. Memberi salam waktu pulang dari AL-AZHAR.
Keselamatan kerja perlu diperhatikan pada waktu pelaksanaan praktek. Adapun keselamatan kerja antara lain:
- Berdo’a sebelum bekerja.
- Memakai seragam praktek ketika bekerja.
- Menggunakan alat-alat praktek dengan benar.
- Teliti,serius,sungguh-sungguh dan berhati-hati dalam bekerja.
- Menjaga alat-alat supaya tidak rusak dan hilang.
- Menanyakan pada instruktur bila menemui kesulitan.
- Dilarang besandagurau saat kerja.
1.5. Jenis Kegiatan
Jenis-jenis kegiatan yang harus dikerjakan di AL-AZHAR yaitu:
1) Penginstalan.
2) Troubleshooting.
3) Jaringan .
4) Marketing.
1.6. Pokok Kegiatan Yang Dilaporkan
Selama lebih dari 5 bulan di dunia industri tentu saja banyak pekerjaan yang telah saya lakukan dalam bidang teknisi komputer. Dari sekian banyak pekerjaan yang dilakukan tersebut, maka saya mengambil bidang konfigurasi jaringan Peer to peer, karena saya selama melaksanakan praktek kerja industri saya lebih banyak mengerjakan jaringan di AL-AZHAR.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pembahasan secara teori
2.1.1 Pengertian Peer to peer
Jaringan komputer Peer to peer (PC to PC) adalah jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi server maupun client, jadi tidak ada perbedaan antara client dan server.
Dalam pemasangan Jaringan Peer to peer anda tidak perlu memakai hub karena dalam tipe jaringan dua komputer (PC to PC) ini dapat langsung dihubungkan dengan satu kabel UTP. Pada jaringan tipe ini, setiap komputer yang terhubung dalam jaringan dapat saling berkomunikasi dengan komputer lainnya secara langsung tanpa perantara. Bukan hanya komunikasi langsung tetapi juga sumber daya komputer dapat digunakan oleh komputer lainnya tanpa ada pengendali dan pembagian hak akses.
Setiap komputer dalam jaringan Peer to peer mampu berdiri sendiri sekalipun komputer yang tidak bekerja atau beroperasi. Masing-masing Komputer tidak terikat dan tidak tergantung pada komputer lainnya. Komputer yang digunakan pun bisa beragam dan tidak harus setara, karena fungsi komputer dan keamanannya diatur dan dikelola sendiri oleh masing-masing komputer. Tipe jaringan ini cocok digunakan untuk membangun jaringan komputer skala kecil seperti di rumah, di dalam sebuah ruangan kerja, labor komputer sekolah dan lain-lain. Peer to peer ini umumnya dipakai dalam membangun jaringan berbasis workgroup yang menerapkan fungsi sharing atau bagi pakai penggunaan hardware dan software, karena pada tipe ini biasanya tidak memerlukan pengaturan keamanan dan kendali antara masing-masing komputer.
2.1.2 Pengertian IP Address
IP addess terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut:
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi IP address ini mempunyai range dari
00000000.00000000.0
0000000.00000000
Sampai
11111111.11111111.11111111.11111111.
Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih di kenal dengan “notasi desimal bertitik”. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP address.
Contoh hubungan suatu IP address dalam format biner dan desimal:
| DESIMAL | 167 | 205 | 206 | 100 |
| BINER | 10100111 | 11001101 | 11001110 | 01100100 |
Tabel 2.1 Hubungan IP address
A. Pembagian Kelas IP address
Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet diseluruh dunia. Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian Network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu Network dari Network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu Network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan Network bit/Network number, sedangkan sisanya untuk host.
Garis pemisah antara bagian Network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas Network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :
· Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 Network dengan tiap Network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada table berikut ini:
| 0-127 | 0-255 | 0-255 | 0-255 |
| 0nnnnnnn | Hhhhhhhh | Hhhhhhhh | Hhhhhhhh |
![]()
Bit-bit Network Bit-bit host
Tabel 2.2 IP addres kelas A
· Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 167.205.26.161, Network ID = 167.205 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 Network dengan jumlah host tiap Network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.
| 128-191 | 0-255 | 0-255 | 0-255 |
| 10nnnnnn | Nnnnnnnn | Hhhhhhhh | hhhhhhhh |
![]()
Bit-bit Network Bit-bit host
Tabel 2.3 IP addres kelas B
· IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta Network dengan masing-masing Network memiliki 256 host.
| 192-223 | 0-255 | 0-255 | 0-255 |
| 110nnnnn | Nnnnnnnn | Nnnnnnnn | hhhhhhhh |
![]()
Bit-bit Network Bit-bit host
Tabel 2.4 IP addres kelas C
· IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah Network ID dan host ID.
· IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan. Penulisan Network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang Network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu Network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk Network prefix kelas B.
B. Pemilihan Kelas Network ID dan host ID
Berikut adalah aturan-aturan dasar dalam menentukan Network ID dan host ID yang digunakan :
- Network ID tidak boleh sama dengan 127
Network ID 127 secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address yang digunakan oleh suatu komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
· Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255
Network ID atau host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.
- Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0
IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat Network. Alamat Network digunakan untuk menunjuk suatu jaringn bukan suatu host.
- Host ID harus unik dalam suatu Network.
Dalam suatu Network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.
2.1.3 Gambar
Gambar di bawah menunjukkan skema jaringan Peer to peer.
Gambar 2.1 Gambar Jaringan Peer to peer
Jaringan Peer to peer adalah jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Masing-masing peer berstatus setara (egaliter).
2.2 Pembahasan Secara Praktek
2.2.1 Alat dan Bahan
A. Alat
Gambar 2.2 Crimping tool
B. Bahan
1. Kabel Jaringan (UTP)
Bahan pertama yang kata butuhkan untuk membangun jaringan adalah kabel jaringan. Kabel jaringan (UTP), merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan jaringan lain yang digunakan dalam membentuk jaringan. Kabel jaringan yang digunakan adalah
1. kabel UTP

Gambar 2.4 kabel UTP
2.
Konektor RJ-45
Gambar 2.5 Konektor RJ-45
3.
Komputer
Gambar 2.6 Komputer
2.2.2 Gambar Kerja
A. Membangun Jaringan Peer to peer
Perlu anda ketahui bahwa kabel UTP memiliki 4 pasang kabel kecil di dalamnya yang memiliki warna berbeda. 4 pasang kabel itu adalah :
Pasangan 1 : Putih/Biru dan Biru,
Pasangan 2 : Putih/Oranye dan Orange,
Pasangan 3 : Putih/Hijau dan Hijau,
Pasangan 4 : Putih/Coklat dan Coklat
Gambar 2.7 Urutan Kabel Cross-Over
Urutan pemasangan Salah satu sisi kabel dibuat sesuai dengan standar “Straight Through”, sedangkan sisi kabel lainnya, dilakukan “Cross-Over”, yaitu :
| Warna | Urutan Warna | Warna |
| Putih Orange | 1 | Putih Hijau |
| Orange | 2 | Hijau |
| Putih Hijau | 3 | Putih Orange |
| Biru | 4 | Biru |
| Putih Biru | 5 | Putih Biru |
| Hijau | 6 | Orange |
| Putih Coklat | 7 | Putih Coklat |
| Coklat | 8 | Coklat |
Tabel 2.5 Susunan Kabel Cross-Over
Harap diingat bahwa yang dibuat cros-sover hanya salah satu sisi kabel saja. Berikut ini penulis akan menjelaskan langkah-langkah pemasangan kabel UTP pada konektor RJ45:
1. Kupas jaket dari kabel UTP dengan menggunakan crimping tool atau alat pengupas kabel khusus.
Gambar 2.8 mengupas kabel UTP
2. Pisahkan empat lilitan kabel UTP menjadi delapan bagian, setelah itu luruskan tiap-tiap kabel agar dapat mudah dipotong.
Gambar 2.9 : kabel UTP
3. Susunlah urutan warna sesuai dengan konfigurasi cross-over dan sesuaikan ujung kabel yang akan dipotong dengan konektor yang akan dipasang.
Gambar 2.10 Susunan kabel
4. Gunakan tang pemotong atau crimping tools, potonglah ujung kabel secara rata agar kabel mudah dimasukan ke lubang konektor.
Gambar 2.11 Pemotongan kabel UTP
5. Masukkan ujung kabel yang telah dipotong ke lubang konektor RJ-45 secara bersamaan, kemudian jepit konektor dengan menggunakan crimping tool agar konektor terkunci.
Gambar 2.12 Pemasangan konektor RJ45
6. Lakukan tes dengan LAN Tester, jika semua lampu indikator menyala berarti semua bagian kabel sudah terpasang dengan benar. Setelah pembuatan kabel cross-over selesai silahkan hubungkan ke kedua komputer, lalu setting masing-masing IP komputer dengan cara :
1. Klik start >pilih connect to > pilih show all conecction

Gambar 2.13 Menu start
2. Klik kanan pada local area connection > pilih properties

Gambar 2.14 local area connection
4. Pada jendela local area conection properties pilih Internet protocol (TCP/IP) lalu klik properties, pada jendela internet protocol (TCP/IP) properties, pilih use the following IP address, lalu isikan IP address, subnet mask dan default getway seperti Gambar 2.15.
IP address : 192.168.12.2
Subnet mask : 255.255.255.0
Default gateway : 192.168.12.1

Gambar 2.15 local area conecction properties
5. Lakukan hal yang sama pada Komputer dua, tetapi bedakan host ID pada komputer dua, contoh:
IP address : 192.168.12.3
Subnet mask : 255.255.255.0
Default gateway : 192.168.12.1
6. Setelah selesai melakukan setting IP address pada komputer dua, sekarang kita akan melanjutkan langkah berikutnya yaitu share file dengan jaringan peer to peer.
B. Share File Dengan Jaringan Peer to peer
1. Langkah peertama untuk shere file adalah memilih file yang akan di share dan memindahkan file tersebut kedalam sebuah folder seperti gambar 2.16. Untuk percobaan pertama penulis akan menggunakan file jpg .

Gambar 2.16 memilih file
2. Setelah memindah file tersebut maka lanjutkan kelangkah berikutnya yaitu, klik kanan pada folder yang akan di share dan pilih sharing and security, pada jendela sharing chek list dua kotak yang ada di bagian bawah dan klik OK

Gambar 2.17 sharing folder
3. Setelah selesai gambar folder yang di share akan berubah tampilannya seperti gambar 2.18.

Gambar 2.18 folder percobaan
4. Langkah berikutnya, melihat hasil share tersebut di komputer dua seperti gambar 2.19, caranya buka explorer klik kanan pada start button dan pilih explorer lalu pilih My network pleaces > Microsoft windows network > Workgroup > cari folder yang telah di share atau dengan cara mengetikkan IP address komputer satu dibagian address explorer.

Gambar 2.19 Hasil share file dari komputer satu
C. Pemeriksaan
Setelah selesai melakukan konfigurasi jaringan peer to peer, untuk langkah pemeriksaan dapat dilakukan di command promt. Langkah ini dilakukan agar kita tahu apakah jaringan yang kita kerjakan dapat terkoneksi dengan baik.
Langkah pertama dilakukan dengan cara membuka Run dari menu start lalu ketikkan cmd ► enter ► pada command promt ► ketikkan IP komputer dua ► enter ►jika terkoneksi maka akan muncul pesan replay di command promt, tetapi jika muncul pesan request time out maka terdapat gangguan pada jaringan peer to peer tersebut.
D. Pendiagnosaan
Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator jaringan. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi agar di dapat hasil yang baik. Komputer yang terhubung jaringan sering kali mengalami gangguan maupun kerusakan baik dari sisi hardware atau software.
Jaringan komputer sangat rawan terhadap ganguan atau kerusakan dikarenakan banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan terjadi ganguan atau kerusakan pada jaringan tersebut. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:
1) Tegangan Listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan ganguan apabila tegangan yang dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat mempengaruhi dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan bersumber pada listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik atau tidak stabil, dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak.
2) Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga pemakaian yang sudah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Demikian laporan PSG Konfigurasi jaringan Peer to peer dan share file menggunakan jaringan Peer to peer di LPP Al-Azhar. Materi yang telah dibahas dalam prakerin ini masih sangat sedikit. Hanya sebagai dasar saja bagi siswa diharapkan untuk belajar lebih lanjut. Diharapkan peserta didik memanfaatkan laporan ini sebagai motivasi untuk menguasai teknik konfigurasi jaringan Peer to peer.
Setelah menyelesaikan laporan ini dan mengikuti ujian laporan, maka berdasarkan kriteria penilaian, penulis dapat dinyatakan lulus/tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat melanjutkan ke Ujian Nasional (UN), sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka penulis harus mengulang Laporan ini dan tidak diperkenankan mengikuti Ujian Nasional (UN).
Dari lebih kurang lima bulan penulis melakukan praktek kerja lapangan tersebut akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Dari semua itu penulis banyak mendapatkan ilmu baik dari sekolah maupun praktek kerja lapangan.
Mudah-mudahan dari hasil semua ini tidak akan mengecewakan. Dari hasil pembuatan laporan mengenai masalah Konfigurasi jaringan Peer to peer dan share file menggunakan jaringan Peer to peer ini penulis juga dapat mengambil kesimpulan, bahwa jaringan Peer to peer memilik keunggulan dan kelemahan di antaranya adalah:
3.1.1. Keunggulan
1. Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi fasilitas yang dimilikinya seperti : harddisk, drive, fax/modem, printer,software.
2. Biaya operasional relatif lebih murah dibanding dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
3. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server, Sehingga bila salah satu komputer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
4. Penggunaan komputer bisa lebih dari dua komputer bila menggunakan HUB
3.1.2. Kelemahan
1. Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe ini setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server komunikasi adalah antara server dengan workstation.
2. Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
3. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
4. Karena data jaringan tersebar dimasing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.
3.2. Saran
Adapun saran yang dapat penulis di kemukakan dalam laporan adalah:
1. Diharapkan waktu yang diberikan untuk pembuatan laporan ini di perpanjang agar siswa tidak terjadi kesalahan dalam pembuatan laporan.
2. Diharapkan bimbingan dengan guru pembimbing dapat dilakukan lebih sering lagi agar laporan ini menjadi semakin sempurna .
3. Diharapkan dalam pembuatan laporan ini, siswa tidak dipersulit dan pembimbing harus penuh perhatian terhadap siswa.
DAFTAR PUSTAKA
http://Sapeda-cdc.blogspot.com
http://www.worldstart.com/tips/tips.php/2588
http://www.amazinglight.info/tipe-jaringan-komputer
http://www.situsinformasiinternet.com/2009/07/membuat-jaringan-peer-to-peer-pc-to-pc.html
http://www.docstoc.com/docs/26649703/Keuntungan-dan-Kerugian-dari-Topologi-Jaringan






